Cara Mencuci Mukena dan Sajadah Masjid: Panduan untuk DKM dan Marbot
Cara mencuci mukena dan sajadah masjid untuk pengurus pada dasarnya tiga langkah: cuci menurut seberapa sering barang itu dipakai, keringkan sampai benar-benar kering, lalu simpan di tempat yang tidak lembap. Karpet cukup divakum rutin dan dicuci besar oleh jasa karpet. Kebutuhan deterjen dihitung dari berat cucian sebulan dan takaran di label, bukan ditebak.
Panduan ini untuk DKM, takmir, marbot, atau relawan yang memegang urusan mukena, sarung, sajadah, dan karpet. Kalau Anda mencari cara merawat satu mukena milik sendiri, bacalah cara mencuci mukena di rumah. Di sini kita membahas stok bersama yang dipakai bergantian setiap hari.
Kenapa mukena masjid cepat apek?
Penyebab utamanya biasanya lembap, bukan kurang pewangi. Mukena masjid dipakai banyak orang, sering langsung setelah wudu, lalu dilipat atau ditumpuk lagi. Seorang penulis di Terminal Mojok menggambarkannya dengan jujur: "Mukena yang basah dan ditumpuk inilah yang nantinya akan membuat si mukena apek dan kadang juga berjamur." Ia juga menulis, "Hanya saja saya tak kuat sama baunya" (Terminal Mojok).
Ruang masjid pun bisa lembap. Sebuah penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang di 12 masjid besar di Banyumas mencatat kelembapan udara 64 sampai 74 persen, dengan rata-rata 70 persen (Subagyo dkk., 2015).
Badan lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyarankan kelembapan dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen, untuk mencegah jamur. EPA juga menulis bahwa kunci mengendalikan jamur adalah mengendalikan kelembapan (EPA). Artinya, mukena yang masih sedikit basah lalu disimpan di ruang seperti itu mudah berbau, berapa pun pewangi yang Anda pakai.
Mukena masjid dicuci berapa kali? Jadwal menurut pemakaian
Tidak ada aturan baku untuk frekuensi cuci perlengkapan salat masjid. Kompas TV hanya menyebut mukena, sajadah, dan sarung dianjurkan rutin dicuci supaya debu dan kotoran tidak terlalu lama menempel (Kompas TV). Jadwal di bawah ini adalah saran kami sebagai patokan awal.
Sesuaikan jadwal itu dengan ramainya masjid Anda. Masjid di pinggir jalan biasanya lebih ramai musafir. Muslimat NU Jember, misalnya, memprioritaskan pembagian mukena untuk masjid di pinggir jalan supaya musafir tidak kesulitan mukena saat hendak salat (NU Online).
| Barang | Hari biasa | Ramadan dan Idulfitri | Cuci saat itu juga bila |
|---|---|---|---|
| Mukena dan sarung pinjaman | Sepekan sekali, misalnya sehari setelah Jumat | Siapkan dua set. Satu dipakai, satu dicuci, ganti setiap dua atau tiga hari | Terasa basah, berbau, atau ada noda bedak dan keringat di bagian wajah |
| Sajadah lepas | Sebulan sekali | Sepekan sekali | Kena tumpahan atau berbau |
| Karpet (vakum) | Jalur ramai setiap hari, seluruh karpet minimal sepekan sekali | Setiap hari setelah tarawih | Ada tumpahan: tangani hari itu |
| Karpet (cuci besar) | Setiap 12 sampai 18 bulan oleh jasa karpet | Jadwalkan sebelum Ramadan | Basah karena bocor atau banjir |
Tempel jadwal ini di ruang marbot dan catat tanggal setiap cucian. Catatan itu nanti dipakai untuk menghitung kebutuhan deterjen.
Mencuci mukena dalam jumlah banyak tanpa menguning
Mukena putih menguning karena beberapa hal. Menurut Tirto, kain bisa berubah warna akibat jamur, bekas deodoran dan produk perawatan tubuh lain, atau cara simpan yang keliru (Tirto). Saat mencuci puluhan mukena sekaligus, kebiasaan berikut membantu:
- Pisahkan putih dari berwarna. Mukena putih dicuci sendiri, terpisah dari sarung dan sajadah.
- Jangan isi mesin terlalu penuh. Bagi menjadi beberapa putaran supaya air dan deterjen bisa bergerak di antara kain.
- Pakai takaran label, bukan perasaan. Label produk rumah tangga resmi wajib memuat petunjuk penggunaan dalam bahasa Indonesia (Kemenkes). Deterjen yang berlebihan tidak membuat mukena lebih putih, malah lebih sulit dibilas.
- Bilas sampai airnya jernih. Sisa sabun yang tertinggal di kain mudah menyimpan bau.
- Hati-hati dengan pemutih. Tirto mengingatkan pemutih cucian bisa merusak warna kain dan membuatnya kusam. Baca label perawatan mukena sebelum memakainya.
- Keringkan tuntas hari itu juga. EPA menyarankan barang yang basah dikeringkan dalam satu sampai dua hari untuk mencegah jamur. Untuk mukena, usahakan kering di hari yang sama.
Kalau ingin mukena dan sarung beraroma segar, tambahkan parfum laundry sesuai takaran di labelnya. Ingat, pewangi tidak bisa menutupi kain yang disimpan lembap. Bau apek akan kembali begitu kain itu menyerap udara lembap lagi.
Cara mencuci sajadah, termasuk sajadah beludru
Sajadah butuh perlakuan lebih lembut daripada mukena. Lewat Antara, seorang produsen sajadah lokal menyarankan agar sajadah dicuci terpisah dari pakaian lain, terutama yang berbahan beludru dan berwarna cerah, karena mudah luntur kena air (Antara). Saran lainnya:
- Pakai air bersuhu biasa dan sikat berbulu lembut untuk noda.
- Bilas, lalu jangan diperas terlalu keras.
- Jangan pakai mesin pengering, karena seratnya bisa rusak.
- Bentangkan saat menjemur, di tempat yang sirkulasi udaranya bagus, bukan di bawah terik matahari langsung, karena bahan bisa cepat lapuk.
Untuk masjid dengan puluhan sajadah, cuci bergiliran. Misalnya sepuluh lembar setiap pekan, supaya selalu ada stok kering di rak.
Menjaga karpet masjid tetap segar di antara cuci besar
Karpet sering salah dirawat. Carpet and Rug Institute (CRI), asosiasi industri karpet Amerika Serikat, menyarankan area yang ramai divakum setiap hari, area sedang sekitar dua kali sepekan, dan area sepi sekali sepekan (CRI). Di masjid, area ramai adalah saf depan dan jalur dari pintu ke tempat wudu.
Ada satu aturan yang jarang disebut di tips rumahan: jangan pakai deterjen cucian untuk membersihkan karpet. Panduan noda CRI melarang deterjen cucian jenis apa pun, karena bisa mengandung pencerah optik yang mewarnai serat karpet. CRI juga mengingatkan bahwa cairan pembersih noda bisa meninggalkan sisa yang justru menarik kotoran, jadi area yang dibersihkan harus dibilas dan dikeringkan (CRI).
Jadi, pakai deterjen cair untuk mukena dan sarung, bukan untuk karpet. Untuk bahan cuci karpet di laundry, lihat juga bahan untuk mencuci karpet.
Untuk cuci besar, CRI menyarankan karpet dicuci secara profesional setiap 12 sampai 18 bulan (CRI). Penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang tadi juga menyarankan penilaian sanitasi masjid secara rutin setiap bulan. Penilaian bulanan itu bisa Anda jadikan satu kegiatan: sebulan sekali, periksa karpet, rak mukena, dan ventilasi bersama-sama.
Satu catatan: kalau karpet terkena kotoran dan muncul pertanyaan soal najis atau cara menyucikannya, tanyakan kepada imam atau ustaz di masjid Anda. Panduan ini hanya membahas cara mencuci dan merawat.
Menyimpan mukena dan sajadah agar tidak apek di musim lembap
Penyimpanan menentukan apakah mukena yang baru dicuci tetap segar sampai Jumat berikutnya. Beberapa langkah sederhana:
- Simpan hanya yang sudah kering penuh. Kain yang terasa sedikit dingin saat dipegang biasanya masih lembap.
- Gantung, jangan menumpuk. Mukena yang dipakai hari itu digantung dulu sebelum dilipat lagi.
- Beri jarak dan udara. Rak terbuka atau lemari berlubang lebih baik daripada lemari rapat di sudut yang tidak kena angin.
- Ukur kelembapan ruang penyimpanan. EPA menyebut kelembapan bisa diukur dengan alat ukur kelembapan. Kalau angkanya sering di atas 60 persen, tambah ventilasi atau pindahkan rak.
Saat musim hujan, cucian lebih lama kering. Tips tambahannya ada di artikel menekan bau apek saat musim hujan.
Menghitung kebutuhan deterjen dan pewangi masjid per bulan
Banyak pengurus membeli bahan cuci saat stok habis. Lebih tenang kalau kebutuhannya dihitung sekali, lalu dipesan sesuai hitungan. Langkahnya:
- Hitung jumlah cuci sebulan. Lihat jadwal di atas. Misalnya mukena dan sarung dicuci sepekan sekali, berarti empat kali sebulan.
- Timbang satu kali cucian dalam keadaan kering. Masukkan semua mukena dan sarung untuk satu kali cuci ke dalam keranjang dan timbang. Misalnya hasilnya 12 kg (angka contoh, timbang milik Anda sendiri).
- Kalikan. 12 kg × 4 kali = 48 kg cucian per bulan.
- Baca takaran di label. Kalikan berat cucian dengan takaran deterjen di label, lalu lakukan hal yang sama untuk parfum laundry dan pelicin. Hasilnya adalah kebutuhan sebulan dalam mililiter.
- Hitung bulan Ramadan secara terpisah. Kalau stok diganti setiap dua atau tiga hari, jumlah cucinya bisa dua kali lipat atau lebih. Buat hitungan Ramadan sendiri dan pesan sebelum bulan puasa dimulai.
- Tambah cadangan satu kali cuci untuk Idulfitri, salat jenazah, atau kegiatan yang tidak terduga.
- Bagi dengan isi kemasan. Dari situ Anda tahu berapa jeriken yang perlu dipesan setiap bulan.
Simpan catatan bulan pertama. Di bulan kedua, bandingkan sisa jeriken dengan hitungan Anda, lalu perbaiki angkanya.
Produk Rajawangi untuk linen masjid
Rajawangi membuat deterjen cair Detersoft, parfum laundry, dan pelicin pakaian. Jadwal dan hitungan di atas berlaku untuk merek apa pun, karena memakai takaran di label.
Tiga produk Rajawangi terdaftar sebagai Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga di InfoAlkes Kemenkes atas nama PT Rajawangi Inti Produksi: Detersoft Detergent Cair (PKD 20202420419), parfum laundry Aroma Ocean Fresh (PKD 20203420421), dan pelicin Aroma Sakura (PKD 20203520635). Anda bisa mengecek nomor itu sendiri di InfoAlkes.
Untuk masjid, kemasan isi besar biasanya lebih praktis. Rajawangi menyediakan kemasan kecil dan kemasan isi besar dalam botol dan jeriken besar. Lihat produk Rajawangi dan kemasan isi besar. Kalau masjid Anda mensyaratkan sertifikat halal untuk bahan cuci, mintalah salinan sertifikatnya kepada pemasok mana pun, termasuk Rajawangi, sebelum memesan.
Ingin dibantu menghitung kebutuhan masjid Anda? Kirim pesan WhatsApp ke Tim B2B Rajawangi di +62 821-1348-6769. Sertakan nama masjid atau musala, jumlah mukena dan sajadah, luas karpet, produk yang dibutuhkan, dan kota Anda. Tim Rajawangi akan memberi info harga dan kemasan. Produk Rajawangi hanya dijual melalui mitra resmi, jadi pembelian Anda akan dilayani oleh mitra resmi tersebut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mukena masjid sebaiknya dicuci berapa kali?
Untuk masjid dengan jamaah harian, sepekan sekali adalah patokan awal yang masuk akal, misalnya sehari setelah Jumat. Saat Ramadan, mukena dipakai jauh lebih sering, jadi siapkan dua set dan ganti setiap dua atau tiga hari. Mukena yang basah, berbau, atau terkena noda bedak sebaiknya langsung dipisahkan untuk dicuci, tanpa menunggu jadwal.
Bolehkah memakai pemutih untuk mukena putih yang kusam?
Baca dulu label perawatan pada mukena. Pemutih cucian bisa merusak warna kain dan malah membuatnya kusam bila dipakai tidak sesuai aturan. Kusam sering datang dari jamur dan penyimpanan yang lembap, jadi perbaiki dulu cara mengeringkan dan menyimpan. Pakai deterjen sesuai takaran dan bilas sampai air jernih sebelum mencoba pemutih.
Apakah deterjen cucian boleh dipakai untuk membersihkan karpet masjid?
Tidak. Carpet and Rug Institute melarang deterjen cucian jenis apa pun untuk karpet, karena bisa mengandung pencerah optik yang mewarnai serat. Untuk perawatan harian, cukup vakum sesuai jadwal dan segera keringkan bagian yang basah. Untuk cuci besar setiap 12 sampai 18 bulan, gunakan jasa pencuci karpet profesional.