Merawat Kebaya dan Baju Adat Sewaan agar Tidak Apek

Kunci merawat kebaya sewaan agar tidak apek hanya satu: jangan biarkan busana lembap terlalu lama di antara dua penyewa. Begitu busana kembali, periksa dulu. Putuskan apakah cukup diangin-anginkan atau harus dicuci. Keringkan sampai tuntas dalam satu sampai dua hari, baru simpan. Jamur tidak tumbuh tanpa lembap, jadi busana yang disimpan sebelum benar-benar kering adalah titik rawannya.

Panduan ini untuk Anda yang menyewakan kebaya, baju adat, jas, gaun pengantin, atau kostum karnaval. Busana Anda dipakai orang yang berbeda setiap minggu, jadi cara merawatnya berbeda dari baju pribadi.

Kenapa busana sewaan lebih cepat apek daripada baju di rumah?

Karena busana sewaan jarang punya waktu kering yang cukup. Baju di rumah dicuci, lalu bisa digantung berhari-hari. Kebaya sewaan kembali Minggu malam, sering masih menyimpan keringat dari pesta yang panjang, lalu harus siap lagi untuk penyewa berikutnya hari Jumat.

Masalahnya ada pada lembap. Badan perlindungan lingkungan Amerika Serikat (EPA) menulis bahwa jamur jenis apa pun tidak akan tumbuh tanpa air atau kelembapan. EPA juga menyarankan barang yang basah dikeringkan dalam satu sampai dua hari supaya jamur tidak sempat tumbuh (panduan EPA tentang jamur dan kelembapan).

Udara kita tidak membantu. BMKG pernah mencatat kelembapan udara di sebagian besar wilayah Indonesia berkisar dari lebih dari 80% sampai 100% (siaran pers BMKG). Sebagai pembanding, EPA menyarankan kelembapan dalam ruangan di bawah 60%. Artinya, busana yang dibiarkan di udara terbuka belum tentu cepat kering, apalagi saat musim hujan.

Cukup diangin-anginkan atau harus dicuci?

Putuskan per busana setiap kali busana kembali, bukan dengan satu kebiasaan untuk semua. Banyak tips perawatan kebaya di internet menyebut kebaya yang baru dipakai satu atau dua kali cukup diangin-anginkan (contohnya di sini). Saran itu masuk akal untuk kebaya pribadi. Di usaha sewa, setiap kali kembali berarti penyewa baru. Jadi patokannya bukan berapa kali dipakai, tetapi kondisinya saat kembali.

Kondisi saat busana kembaliTindakan
Kering, tidak tercium bau keringat, tidak ada noda, dipakai sebentarAngin-anginkan di tempat teduh berangin, lalu beri uap ringan
Ketiak, kerah, atau lingkar pinggang tercium bau keringatCuci, minimal cuci tangan bagian yang bau
Ada noda makanan, riasan, atau tanahTangani nodanya dulu, lalu cuci sesuai label
Kembali dalam keadaan lembap, misalnya kehujanan atau dibungkus plastikKeluarkan dari plastik hari itu juga dan keringkan; cuci bila sudah tercium apek
Label menunjukkan bak cuci dicoret atau "dry clean only"Jangan dicuci sendiri; serahkan ke laundry yang melayani cuci kering

Untuk busana di baris pertama, Anda tidak perlu membeli produk apa pun. Cukup sediakan tempat teduh dan aliran udara.

Brokat, payet, beludru: cuci tangan atau mesin?

Untuk kebaya payet, kebaya brokat, dan baju adat berhias, cuci tangan lebih aman. Kantor berita Antara menulis bahwa manik-manik, payet, dan bordir berat bisa lepas atau rusak kalau terkena putaran mesin (Antara). Satu payet lepas mungkin tidak terasa, tetapi penyewa berikutnya akan melihat bagian yang bolong.

Patokan cuci tangan bisa Anda ambil dari simbol perawatan internasional ISO 3758. Menurut GINETEX, lembaga pengelola simbol ini, simbol bak dengan tangan berarti dicuci dengan air bersuhu sekitar 20 sampai 30°C dan deterjen lembut yang sudah dilarutkan.

Biarkan kain mengapung, lalu goyangkan pelan. Jangan digosok, ditarik, atau diperas. GINETEX juga mengingatkan agar kain yang berwarna dan sensitif dikerjakan cepat dan tidak dibiarkan tergeletak dalam keadaan basah (penjelasan simbol perawatan GINETEX).

Untuk jas dan beludru, ikuti label lebih dulu. Antara mencatat bahwa jas, kebaya brokat, dan pakaian pesta biasanya berlabel "dry clean only". Kalau busana Anda buatan penjahit dan tidak berlabel, uji dulu air, deterjen, dan uap di jahitan bagian dalam. Perhatikan apakah warnanya luntur atau permukaan kainnya berubah.

Bagaimana mengeringkan busana saat musim hujan?

Jangan menunggu cuaca cerah. Patokannya tetap kering dalam satu sampai dua hari, sesuai saran EPA. Simbol perawatan GINETEX menyarankan kain halus seperti sutra dijemur sambil meneteskan air di tempat teduh. Kain halus lain dijemur mendatar di tempat teduh. Jadi kebaya tidak perlu dijemur di bawah matahari langsung.

  1. Tekan airnya dengan handuk bersih, jangan diperas.
  2. Gantung kebaya ringan di hanger berlapis kain. Jemur kain berat dan berpayet mendatar di atas rak jemur.
  3. Beri jarak antarbusana agar udara bisa lewat.
  4. Kalau ruangan pengap, nyalakan kipas angin. Jika ada, pakai juga alat penurun kelembapan.
  5. Sebelum menyimpan, raba bagian yang paling tebal: lipatan pinggang, kerah, dan lapisan furing. Kalau masih terasa dingin dan lembap, busana belum kering.

Kalau usaha Anda juga melayani cucian dalam jumlah banyak, cara mengatur kapasitas kering saat hujan kami bahas di artikel cara laundry menekan bau apek saat musim hujan.

Uap, setrika, dan pelicin sebelum disewakan lagi

Rapikan busana hanya setelah benar-benar kering. Periksa dulu lipatan dan furingnya dengan tangan, karena bagian itu paling lama kering. Kebaya brokat dan payet disetrika dari sisi dalam dengan kain pelapis tipis, atau cukup diuap. Beludru jangan ditekan setrika; uji uap di jahitan dalam dulu.

Pelicin pakaian berguna untuk jas, kemeja beskap, dan kain katun yang perlu terlihat licin saat diambil penyewa. Rajawangi membuat pelicin pakaian. Di halaman produknya, pelicin disebut membantu proses setrika jadi lebih cepat dan hasilnya lebih rapi.

Untuk brokat, payet, dan beludru, semprotkan pelicin dulu di jahitan bagian dalam, tunggu kering, lalu lihat apakah ada bekas. Aturan yang sama berlaku untuk parfum laundry. Halaman tips perawatan kebaya tadi juga menyarankan agar parfum tidak disemprotkan langsung ke kebaya.

Menyimpan di antara dua penyewa

Gantung atau lipat, tergantung busananya. Panduan perawatan koleksi pakaian dari National Park Service (NPS), dinas taman nasional Amerika Serikat, menyebut busana yang digantung menanggung beban di bagian badan atas, bahu, dan leher. Gaun dengan rok berat perlu penopang tambahan dari pinggang ke hanger. Busana yang rapuh sebaiknya disimpan mendatar di kotak atau laci (NPS Conserve O Gram 4/5).

  • Jas, beskap, dan kebaya yang kuat: gantung di hanger lebar yang berlapis kain.
  • Gaun pengantin dan kostum berat: gantung dengan penopang di pinggang, atau simpan mendatar.
  • Kebaya tua, kain tipis, atau payet sangat padat: simpan mendatar.

Ganti plastik laundry dengan sarung kain. NPS memakai sarung dari kain katun yang sudah dicuci, dengan sedikit ruang udara di sekitar busana. Sarung ini menahan debu dan cahaya, serta mencegah sulaman logam tersangkut lalu merobek busana di sebelahnya (NPS Conserve O Gram 4/15). Di toko sewa yang menggantung kebaya payet berdempetan, sarung kain juga membantu menjaga payet agar tidak saling tersangkut.

Daftar periksa hari busana kembali

Tempel daftar ini di meja penerimaan. Jalankan pada hari busana kembali, terutama di musim nikah, musim wisuda, Hari Kartini, dan 17 Agustus.

  1. Keluarkan busana dari plastik atau tas penyewa hari itu juga.
  2. Periksa ketiak, kerah, pinggang, dan ujung bawah: bau, noda, payet lepas, jahitan lepas.
  3. Putuskan dengan tabel di atas: angin-anginkan, cuci tangan, atau kirim cuci kering.
  4. Catat tanggal dan tindakan di kartu busana, supaya Anda tahu busana mana yang sering kembali berbau.
  5. Keringkan sampai tuntas dalam satu sampai dua hari.
  6. Rapikan, beri pewangi bila diinginkan setelah diuji di jahitan dalam, lalu simpan di sarung kain.

Berapa deterjen, pelicin, dan parfum yang dipakai sebulan?

Hitung dari jumlah busana yang kembali, bukan dari perkiraan. Anda cukup memakai buku catatan:

  1. Deterjen: hitung berapa kali Anda mencuci dalam sebulan, misalnya satu ember untuk dua kebaya. Kalikan dengan takaran per ember atau per liter air di label deterjen.
  2. Pelicin: hitung busana yang disetrika per bulan, lalu kalikan dengan pemakaian per busana. Untuk mengetahui pemakaiannya, timbang atau tandai botol sebelum dan sesudah menyetrika sepuluh busana.
  3. Parfum laundry: hitung busana yang diberi pewangi, lalu kalikan dengan takaran label.
  4. Catat ketiga angka itu sebagai kebutuhan bulanan Anda. Untuk bulan ramai, misalnya musim nikah dan wisuda, tambahkan stok cadangan.

Takarannya selalu dari label. Pedoman Kemenkes untuk produk perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) menyebut label wajib memuat petunjuk penggunaan dalam bahasa Indonesia (pedoman PKRT Kemenkes). Produk PKRT juga punya nomor izin edar yang bisa Anda cek di InfoAlkes Kemenkes.

Contohnya, Detersoft Detergent Cair dari Rajawangi terdaftar dengan nomor PKD 20202420419, parfum laundry Rajawangi Aroma Ocean Fresh dengan PKD 20203420421, dan pelicin pakaian Aroma Sakura dengan PKD 20203520635. Ketiganya didaftarkan oleh PT Rajawangi Inti Produksi.

Setelah tahu kebutuhan bulanan, pilih kemasan. Di halaman deterjen cair, pelicin, dan parfum laundry Rajawangi tersedia kemasan kecil serta kemasan isi besar dalam botol dan jerigen besar. Usaha sewa yang mencuci sedikit tetapi rutin mungkin cukup dengan botol.

Mau dihitungkan kebutuhan bulanan usaha sewa Anda?

Kirim pesan ke WhatsApp B2B Rajawangi di +62 821-1348-6769. Sebutkan jenis usaha sewa Anda (kebaya, baju adat, jas, gaun pengantin, atau kostum), jumlah busana yang kembali per bulan, bahan yang paling banyak (brokat, payet, beludru, katun), produk yang Anda butuhkan, dan kota Anda. Tim Rajawangi akan memberi info harga dan kemasan. Produk Rajawangi hanya dijual melalui mitra resmi, jadi pembelian Anda dilayani lewat jalur mitra resmi tersebut. Anda juga bisa membuka halaman kontak Rajawangi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kapur barus boleh dipakai di lemari kebaya sewaan?

Sebaiknya tidak. Halaman tips perawatan kebaya yang kami kutip di atas juga menyarankan agar kapur barus atau kamper dihindari. Penyewa datang untuk busana yang wangi bersih, bukan bau lemari. Yang paling penting adalah busana masuk lemari dalam keadaan kering, lemari tidak dijejali, dan ruangan berangin. Kalau ingin wangi, beri pewangi pada busananya setelah diuji di jahitan dalam, bukan bahan kimia di lemari.

Bolehkah parfum laundry disemprotkan langsung ke kebaya payet?

Jangan langsung ke bagian depan kebaya. Kain tiap busana berbeda, dan Anda baru tahu ada bekas atau tidak setelah cairannya kering. Semprotkan sedikit di jahitan bagian dalam, tunggu kering, lalu periksa di cahaya terang. Kalau aman, semprotkan dari jarak yang cukup ke bagian dalam busana, bukan ke hiasannya.

Kebaya sewaan sudah telanjur bau apek, apa yang harus dilakukan?

Bau apek berarti busana sempat lembap terlalu lama, jadi parfum saja tidak cukup. Cuci sesuai label, keringkan sampai tuntas dalam satu sampai dua hari, lalu cium lagi sebelum disimpan. Periksa juga tempat penyimpanannya. Lemari yang pengap dan rak yang berdempetan membuat busana lebih lama lembap.

Previous
Previous

Cara Mencuci Taplak Meja Pesta dan Sarung Kursi Sewaan

Next
Next

Bahan Habis Pakai Cleaning Service: Satu Pemasok, Hitungan per Lokasi